contoh kalimat stick it on
- Oh, you can't stick it on with soap, Peter.
Oh, kau tidak bisa melekatkannya dengan sabun, Peter. - I searched for it, and stuck it on there.
Aku mencari-nya dan meletakan itu disana. - Maybe she'll stick it on the refrigerator.
Mungkin dia akan menempelkannya di lemari es. - I was gonna stick it on your head.
Tadinya aku akan menancapkannya di kepalamu. - When I stuck it on, I saw the pyramids at Giza.
Ketika aku memakainya, Aku melihat Piramida di Giza. - So why you sticking it on me for?
Jadi kenapa kau terus mengingatkanku? - Stick it on your dashboard facing the road.
Tempelkan pada dashboard menghadap jalan. - Piece or two of the other ship, stick it on.
Satu atau dua buah lagi letakkan di kapal yang lain. - Stick it on him... And he'll do whatever I do. Identical movements.
Tempelkan didahinya maka dia akan bergerak mengikuti gerakanku. - Stick it on that one.
Pasangkan di jari yang itu. - She stuck it on you.
Dia berusaha membuatmu terkesan. - Stick it on your wound.
Tempelkan di luka Anda. - 6. stick it on the glass, mirror and tile.
6. menempel pada kaca, cermin dan ubin. - 3. Stick it on your clothes or anywhere you like
3. Stick pada pakaian Anda atau di manapun Anda suka - 3. Stick it on your clothes or anywhere you like
3. Tempelkan pada pakaian Anda atau di mana pun Anda suka - You got a face like a thumb, and you stuck it on a TV commercial.
Wajahmu seperti ibu jari, dan kau terjebak dalam iklan TV. - Please use detergent to clean the surface of the target before stick it on.
Silakan gunakan deterjen untuk membersihkan permukaan target sebelum menempelkannya. - So you built a bomb and you stuck it on Doug's car that night.
jadi kamu membuat bom dan malam itu kamu memasangnya di mobil Doug. - He stole the 'Real' from my nameplate.. ..And stuck it on to his nameplate.
Dia mencuri 'Real' dari papan namaku ... dan menempelkannya ke papan nama nya. - You could stick it on the front of a T-shirt, which is always the sign of elegance.
Anda dapat menempelkannya di bagian depan kaus, yang selalu menjadi tanda keanggunan.